oleh

Ada Pertunjukan Parade Kera di Istana Bogor Pada 1 Syawal 1439 H, 15 Juni 2018 M

By : Abdullah Abdul Aziz
Pengurus DPP Forum Syuhada Indonesia (FSI).

Fokusberita.id, – Revolusi mental yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo ketika bertarung pada Pilpres 2014 yang lalu benar benar diamalkan oleh para pendukungnya, yang mungkin juga sebagian besar sudah menjadi pemujanya, Jokowi mungkin dianggap sang dewa bagi para pendukung fanatiknya, dan juga pendukung yang hanya sekedar ikut ikutan saja.

Namun sungguh sayang sejuta kali sayang revolusi mental yang digaungkan oleh presiden itu bukan revolusi ke zaman yang lebih beradab dan bermoral di abad milenial ini, abad 21 yang seharusnya lebih santun dengan kemajuan sains, tehnologi dan dunia pendidikan.

Akan tetapi revolusi mental ala pendukung dan pengikut setia Jokowi itu baru baru ini 1 Syawal 1439 Hijriah bertepatan dengan 15 Juni 2018 Masehi di Istana Negara Bogor sedang dipertontonkan oleh para pendukung rezim ini ketika org nomor 1 DKI Jakarta yaitu Bapak Gubernur Anis Rasyid Baswedan mengaktualisasikan uswatun khasanah dari ajaran yang dianutnya yaitu bersilaturahmi dihari yang penuh Fitri ini kepada atasannya yaitu Bapak Presiden Joko Widodo.

Ttetapi sungguh sangat disayangkan ada “segerombolan” setia pendukung Jokowi di Istana Negara Bogor Bersorak sorai meledek dan mengejek orang nomor 1 di Ibukota Republik Indonesia ini dengan teriakan dari “segerombolan kera” yg sempurna di era yg maju dan beretika ini.

Pertanyaannya Kemana Protokol Kepresidenan dan Pas Pam Pres pada saat itu melihat dan menyaksikan orang orang yang “minus etika dan sopan santun” itu di zaman yang beradab ini?.

Apakah tidak sebaiknya “segerombolan” pendukung setia revolusi mental tersebut ditempatkan di kebun raya bogor saja yang masih satu komplek dengan Istana Bogor bukan malah sebaliknya membaur dengan orang orang yang terhormat dan berahlak baik didalam Istana presiden tersebut.

Revolusi mental ala Jokowi membawa kita kepada zaman batu, zaman zahiliyah dan zaman kanibalisme ribuan tahun yang lalu.

Revolusi mental kini diartikan dengan : cabe mahal dipasaran disuruh rakyat menanam sendiri, Daging mahal disuruh rakyat makan bekecot, Listrik mahal disuruh rakyat hidup gelap tanpa listrik dengan mencabut meteran, Beras mahal dipasaran disuruh rakyat tawar sendiri.

Rakyat miskin disuruh ternak kalajengking agar kaya dan etika menyambut tamu terhormat dengan tata krama dan sopan santun berubah dengan sorak sorai penuh sinis, kasartis dan ejekan dari “segerombolan parade kera” yang sudah sangat sempurna dari teori evolusinya Darwis.

Revolusi mental diartikan berbeda oleh pendukung rezim ini dan jauh mundur ribuan tahun yang lalu.

Jakarta, 16 Juni 2018,.
2 Syawal 1439 Hijriah.

Loading...

Baca Juga