oleh

Kaderisasi GPI Jakarta Raya Pahami Beda Radikal Dengan Militan

FOKUSBERITA.ID – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Islam Jakarta dan sekitarnya (GPI Jakarta Raya) menggelar rapat kerja wilayah (rakerwil) dan kaderisasi selama 3 hari. Kaderisasi dan rakerwil ini dilaksanakan di Wisma DPR RI, Puncak Bogor 31 Januari-2 Februari 2020.

Ketua PW GPI Jakarta Raya Rahmat Himran menjelaskan, acara ini diikuti kurang lebih 50 orang peserta. Mereka berasal dari wilayah Jakarta, Ciputat, Parung dan juga Bogor. Tema kaderisasi kali ini “Mengawal Pembangunan Akhlak Pemuda Jakarta Dari Paham Radikal”.

“Diharapkan dengan kaderisasi ini Pemuda Jakarta yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Islam insyaf akan tanggung jawab sebagai ummat Islam terhadap agama, nusa, dan bangsa. Untuk membentuk masyarakat yang sejahtera, adil, dan damai yang diridhoi Allah SWT,” kata Himran usai acara, Minggu (2/2/2020) malam.

Ia menambahkan bahwa tugas dakwah adalah tanggung jawab semua pemeluk Islam, kapanpun dan dimanapun. Hal ini sebagai perwujudan pelaksanaan dari perintah Allah SWT.

“Bahwa Gerakan Pemuda Islam adalah salah satu wadah bagi Ummat Islam. Dalam rangka melaksanakan dakwah Islamiah dan menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar,” imbuh Himran.

Kaderisasi GPI Jakarta Raya Pahami Beda Radikal Dengan Militan
Suasana Rapat Kerja Wilayah dan Kaderisasi PW GPI Jakarta Raya
Lanjutnya, di akhir acara, setiap kader GPI Jakarta Raya yang mengikuti kegiatan ini diminta untuk berikrar. Selanjutnya sepulang dari kegiatan tersebut, segala tindak tanduk kader GPI harus mengacu pada ikrar mereka.

Bersedia mengemban amanah dan tanggung jawab menjadi Mujahid Gerakan Pemuda Islam.

Siap menyediakan diri menjadi abdi Allah, dalam suasana dan tempat bagaimanapun juga demi kemaslahatan ummat.

610X200 AHY

Siap melaksanakan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Khittah Perjuangan dan Peraturan-peraturan lainnya yang berlaku dalam organisasi Gerakan Pemuda Islam.

Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita Gerakan Pemuda Islam untuk menegakkan amr ma’ruf nahi munkar di bumi pertiwi Indonesia

Kaderisasi GPI Jakarta Raya Pahami Beda Radikal Dengan Militan
Peserta Rapat Kerja Wilayah dan Kaderisasi PW GPI Jakarta Raya

Sementara itu Sekretaris Jenderal PP GPI, Diko Nugraha menjelaskan, tujuan dari kaderisasi ini adalah membentuk kader yang militan, cerdas, tanggap. Kader GPI harus mampu melakukan pengorganisiran di berbagai bidang.

“Karena the good leader is the good young leader. Pemimpin yang baik adalah pemuda yang baik. Dan kami kader GPI, takdir kami adalah memimpin negara,” kata Diko Nugraha.

Ia menegaskan, sebagai pemuda Islam yang tergabung dalam organisasi kepemudaan Islam, tentu saja kader yang tercipta harus mencerminkan perilaku Islami. Namun Diko juga mengingatkan bahwa setiap pemuda Islam harus juga memahami banyak hal.

“Diharapkan setiap kader GPI menjadi pemuda Islam yang paham perbedaan antara militan dengan radikal. paham dengan iman, logika, ilmu pengetahuan dan faham dengan realitas. Dimana manusia itu bisa menyempurnakan amal perilakunya yang diorientasikan pada skema perjuangan,” kata Diko. (OSY)

Loading...

Baca Juga