oleh

Reses, Ketua Komisi I DPRD Raja Ampat Fahmi Macap Kunjungi Kampung Usaha Jaya

700 Covid FB

FOKUSBERITA.ID – Ketua Komisi I DPRD Raja Ampat, Fahmi Macap SE memanfaatkan masa resesnya dengan mengunjungi Kampung Usaha Jaya Distrik Misool Timur. Dari sejumlah aspirasi yang ditampung, diantara masalah prioritas adalah kebutuhan sekolah dan tenaga pengajarnya.

Penyampaikan aspirasi dilakukan di di gedung pertemuan kampung Usaha jaya, Rabu (25/3/2020). Hadir Kepala Kampung Usaha Jaya, Yusup Macap, Ketua Bamuskam Kampung, Samman Wailegi dan Masyarakat Kampung Usaha Jaya.

Kepala Kampung Usaha Jaya mengapresiasi kedatangan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini. Dengan kunjungan ini, wakil yang mereka pilih dapat melihat langsung keadaan rakyat yang telah mempercayakan suara.

“Jadi kehadiran Anggota dewan ini dalam rangka untuk menyerap secara langsung keluhan. Dan melihat secara langsung kekurangan dalam kampung” ucap Yusup Macap.

Sementara itu Ketua BPD Kampung Usaha Jaya, Samman Wailegi berpesan agar aspirasi yang diusulkan benar-benar berasal dari warga. Bukan untuk kepentingan pribadi.

Ketua Komisi I DPRD Raja Ampat, Fahmi Macap mengatakan bahwa kehadirannya dalam reses ini merupakan perintah konstitusi yang wajib dijalankan oleh setiap Anggota DPRD. Ia berharap, usulan yang diteerimanya secara tertulis oleh BPD, adalah usulan yang memang prioritas.

“Kali ini saya baru menerima usulan secara tertulis dari Bamuskam Kampung usaha Jaya. Saya berharap, usulan masyarakat yang saya terima ini sifatnya prioritas,” ucap Fahmi Macap.
700 Covid FB

Selain menerima usulan secara tertulis, politisi PAN ini meminta secara langsung usulan dari masyarakat kampung. Salah satu warga yang ada, Harun, mengusulkan di Bangunan sekolah SMP. Saat ini di kampung Usaha Jaya belum ada sekolah SMP. Ia juga meminta adanya perbaikan jaringan telepon yang saat ini tidak bisa di gunakan. Keebutuhan ini juga merupakan kebutuhan prioritas yang patut diperbaiki.

“Ini sangat penting karena tidak ada sekolah SMP di kampung sini. Akhirnya anak-anak pergi sekolah di kampung-kampung tetangga. Selain bangunan sekolah, warga juga meminta agar adanya pembenahan jaringan telpon yang tidak bisa digunakan di kampung. Hal ini juga dianggap penting,” ungkapnya

Salim Bin Hatim, seowang warga kampung lainnya mengatakan bahwa di kampung Usaha Jaya sangat kekurangan tenaga guru, tenaga medis. Disampaikan pula, warga kampung Usaha Jaya butuhperumahan bagi masyarakat.

“Pak dewan, kalau soal bangunan sekolah saya pikir sudah ada. Tapi yang kurang itu tenaga guru. Sekolah disini hanya punya guru mungkin dua saja. Jadi kita minta tenaga guru dan tenaga medis,” jelasnya.

Alumni Uncen ini mengatakan bahwa dirinya akan berupaya untuk mendorong usulan dari warga kampung Usaha Jaya di rapat DPRD nanti. Fahmi Macap menjelaskan, ia hanya akan mendorong usulan yang dianggap menjadi usulan prioritas dan menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Saya akan mendorong beberapa usulan yang dianggap prioritas, yang menjadi kebutuhan masyarakat di kampung Usaha jaya. Usulan tersebut yakni pematangan lahan untuk perluasan kampung Usaha Jaya, Program air bersi serta beberapa program pemberdayaan lainya. Aspirasi ini mari kita kawal sama-sama, baik pemerintah kampung, Bamuskam dan saya sendiri sebagai anggota DPRD,” tutupnya. (HSG)

Loading...

Baca Juga