oleh

Menyatukan Bengketan Sejarah Yang Tercecer. Opini Tubagus Soleh

Menyatukan Bengketan Sejarah Yang Tercecer.

Ditulis oleh: Tubagus Soleh, Ketum DPP Ormas Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (Babad Banten)

Apa yang sedang dilakoni oleh Sekretaris Jenderal DPP BABAD BANTEN Yang Mulia Tubagus Hamdan Nata Baschara sangat luar biasa. Tanpa mengenal lelah beliau menelusuri liku-liku sejarah para dulur2. Terutama yang berkaitan dengan Nasab para Petinggi DPP BABAD BANTEN.

Alhamdulillah berkat Rahmat Alloh Subhana wa Ta’ala dan di dorong oleh keinginan Luhur satu persatu personalia nasab para penggiat DPP BABAD BANTEN beliau rampungkan.

Pengalaman Alfaqir, perlu ketekunan super untuk bisa “merapihkan” data nasab seseorang. Apalagi yang terkait dengan cerita sejarah yang begitu peka dan rumit. Banyak pintu yang tertutup dan perlu kesabaran super agar yang pemegang data bisa legowo memberikan informasi dan petunjuk yang diperlukan agar titik terang simpul yang masih terikat bisa terurai dengan terang benderang.

Di BABAD BANTEN, sebagai ormas yang menegaskan diri sebagai Rumah Besar Dzuriat dan Rumah Besar Pegkaderan Calon Bangsawan Dzuriat harus sudah clear dan clean masalah nasab setiap personalia yang bergabung dalam struktur kepengurusan BABAD BANTEN.

Alhamdulillah di BABAD BANTEN didirikan khusus untuk masalah nasab sebuah badan Otonom Badan Kekancingan. Tugas kerja utamanya adalah mensensus, mendata, memverifikasi, mengkonfirmasi, menelusuri, meneliti dan mengkaji serta mendalami. Semua proses itu tidak boleh lepas dari memohon dan bimbingan serta petunjuk Alloh Subhana wa Ta’ala. Sebelum ditetapkan semua proses tersebut harus clear dan clean.

Untuk mengerjakan tugas pendataan dzuriat yang sangat banyak luar biasa, BABAD BANTEN sadar sebagai organisasi tidak bisa bekerja sendirian. BABAD BANTEN harus melakukan kerjasama dan berkolaborasi dengan lembaga Asyrof yang juga melakukan hal yang sama. Sebutlah, misalnya Lembaga Asyrof Azmatkhan Internasional yang di pimpin Oleh Buya Alhabib Shohibul Faroji dan Badan Nasab Kesultanan Banten (BNKB) yang diketuai oleh Abuya Tubagus Zainal Aminin.

Bahkan bila diperlukan, Badan Kekancingan BABAD BANTEN siap bekerja sama dengan Rabithoh Alawiyah Indonesia untuk pendataan dzuriat Walisongo wa bil khusus yang tersambung dengan Mbah Maulana Sultan Hasanuddin bin Kangjeng Sinuhun Maulana Syekh Syarif Hidayatullah Ing Cirebon.

Bagi BABAD BANTEN memiliki sikap terbuka untuk bekerja sama dengan lembaga para Asyrof merupakan kebijakan organisasi. Karena untuk bisa mendata dzuriat Nabi yang jumlahnya bisa mencapai jutaan tidak bisa dikerjakan dengan lembaga “sekecil” BABAD BANTEN.

BABAD BANTEN sadar, menyatukan kembali Bengketan Sejarah yang tercecer tidaklah gampang. Harus semua dzuriat terlibat aktif.

Apa yang dilakoni oleh Sekretaris Jenderal DPP BABAD BANTEN Yang Mulia Tubagus Hamdan Nata Baschara yang menelusuri liku-liku Bengketan Sejarah yang tercecer sangat pantas kita apresiasi. Alfaqir sebagai Ketua Umum DPP BABAD BANTEN mengucap terimakasih. Semoga bermanfaat bagi kita semua di BABAD BANTEN khususnya dan para dzuriat pada umumnya.

Loading...

Baca Juga