oleh

SPRAK Kembali Berdemo di Depan Gedung KPK, Menuntut Penuntasan Kasus Mega Korupsi E-KTP

Fokusberita.id, – Indonesia saat ini berada dalam sebuah ancaman serius dalam hal korupsi, bahkan korupsi seakan terlihat nampak dan telah menjadi kultur para abdi Negara yang ingin memperkaya diri sendiri, sehingga bisa di katakan korupsi adalah bentuk penjajahan gaya baru yang harus di basmi secara tuntas. Kata Ramlan selaku korlap aksi dalam orasinya di depan gedung KPK, selasa (8/6/2018).

Ramlan juga menyatakan, bahwa KPK harus tegas dan tidak pandang bulu dalam memberantas korupsi, dan menangkap para bandit-bandit intelektual dan berdasi yang selalu menghisap darah rakyatnya.

Reza salah satu orator aksi juga menyatakan dalam orasinya, bahwa korupsi adalah ancaman bagi bangsa dan negara, serta berdampak sangat serius dan sistematis terhadap kemiskinan.

Kita semua sudah mengetahui bahwa mega korupsi E-KTP sampai saat ini belum terbongkar secara tuntas dan menyeluruh, sehingga bisa dikatakan bahwa KPK masih lemah dalam proses penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, untuk itu kami memberikan dukungan penuh kepada KPK untuk segera memanggil dan memeriksa BAMBANG SOESATYO, sehingga kasus E-KTP dapat di tuntaskan oleh KPK, pungkas Reza dalam orasinya.

Ada tiga hal yang menjadi ultimatum dan tuntutan aksi SENTRAL PERGERAKAN RAKYAT ANTI KORUPSI, diantaranya adalah:

1. Mendukung kepada KPK untuk segera memanggil dan memeriksa BAMBANG SOESATYO dalam lanjutan penyidikan kasus korupsi E-KTP demi terciptanya keadilan hukum.

2. Meminta kepada KPK segera bentuk TIM untuk membongkar oknum-oknum kasus E-KTP secara menyeluruh. Rakyat indonesia ada bersamamu.!

3. KPK segera Tangkap serta adili oknum yang terlibat dalam kasus E-KTP tanpa pandang bulu.

Dalam menutup orasinya, para demonstran tersebut menyampaikan, bahwa mereka akan melakukan konsolidasi gerakan dan terus turun aksi di depan KPK sampai kasus E-KTP tuntas di NKRI.

(Amin)

Loading...

Baca Juga