oleh

Surat Budaya Buat Calon Aktivis Buruh : (Ernawaty dkk)

MASALAH BURUH & ORGANISASI BURUH DAHULU SEKARANG

Pertanyaan Ernawaty, Hermanto dan Zainab tentang kesulitan mangatasi masalah perburuhan di Indonesia sekarang dibanding semasa awal saya duhulu pada era Orde Baru saya kira sama saja sulitnya, hanya saja masalahnya sekarang model dan keberagaman tantangannya banyak.

Satu diantara tantangan organisasi buruh sekarang adalah menghadapi organisasi buruh lain yang semakin banyak jumlahnya. Memang dari segi kebebasan berorganisasi bagi buruh semakin banyak alternatif pilihan untuk memilih organisasi buruh yang dianggapnya psling ideal dan terbaik.

Bagi saya organisasi buruh yang ideal dan baik itu bisa dinilai dari konsistensinya memperjuangkan hak-hak kaum buruh sehingga kesejahteran dalam arti luas dapat dinikmati juga oleh mereka, ternasuk oleh aktivis atau eksponen maupun fungsionaris organisasi buruh.

Buruh dan aktivis buruh harus dapat berkembang dan maju secara bersama, sehingga ketimpangan pun tidak sampai terjadi seperti yang cenderung kita saksikan dengan mata telanjang sekarang ini.

Maksud saya ada personil organisasi buruh yang kaya raya karena mampu mengolah masalah buruh untuk menguntungkan dirinya sendiri. Juga ada pengurus organisasi buruh yang selalu kesulitan untuk membayar rumah petak sewaannya setiap tahun.

Artinya, kita bisa segera memperoleh kesimpulan betapa kuatnya pengaruh dari paham materialisme menohok paham sosialisme di negeri kita ini semakin tidak berkutik dibawah ketiak kapitalisme. Dampaknya seperti dalam habitat politik di tanah air kita, betapa sangat fenomenalnya politik uang. Dan merajalelanya koruptor jelas sebagai indikator yang lebih dari cukup meyakinkan, bahwa negeri kita sudah terjerembab dalam kubangan kaputalistik.

Konsekuensi dari paham yang justru berada di seberang keyakinan kaum buruh serta sifat dasar dari organusasi buruh ini, semakin membuat sulit kaum buruh maupun organisasi buruh.

Tentu saja sebab musababnya dapat dipahami dari sifat dan watak dasar kaum buruh dan organisasi buruh itu harus sosialis. Maka itu pula rezim penguasa getol menstigma sosialisme itu diklaim identik dengan komunis.

Begitulah cara rezim penguasa –sejak dulu sampai sekarang di Indonesia — memberi stempel kepada buruh maupun organisasi buruh — seburuk dan sejelek mungkin agar buruh tidak bisa diorganisir dengan maksimal dan baik untuk menjadi kekuatan penekan terhadap pengusaha serta penguasa yang culas dan curang untuk tidak mengabulkan permintaan dari hak-hak kaum buruh.

Banten, 5 May 2018

Jacob Ereste
Pembina Utama Komunitas Buruh Indonesia

Loading...

Baca Juga