oleh

BPJS, Solusi Kesehatan Atau Pemalak Bagi Rakyat? Opini Azzam Al Fatih

700 Covid FB

BPJS, Solusi Kesehatan Atau Pemalak Bagi Rakyat? Oleh: M. Azzam Al FatihPemerhati Umat dan Aktivis Dakwah.

Demokrasi merupakan sistem penjajah yang didesain sedemikian rupa untuk menjajah negeri – negeri muslim. Dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat seolah menjadi semboyan yang berpihak pada rakyat. Namun hal itu hanyalah slogan menipu dan membius rakyat. Pelan tapi pasti, rakyat pun merasakan penderitaan lahir dan batin. Misalnya saja BPJS JKN, yang terus dikampanyekan sebagai solusi biaya kesehatan dengan sistem gotong – royong. Gotong royong yang merupakan kebiasaan orang Indonesia sangat cocok sebagai solusi kesehatan. Memang benar, hal itu jika di rasa dapat memberi solusi. Namun pada kenyataannya hanya sebagai slogan memeras rakyat. Setiap kebijakan tak satupun berpihak kepada rakyat.

Dilihat dari sistem kerja dan kebijakan yang diambil, BPJS seolah menjadi alat kedzolimaan terhadap rakyat dengan berlindung dibawah demokrasi. Mereka terus melakukan aksi menyiksa kemudian membunuh rakyat. Kebijakan demi kebijakan merupakan pukulan dan tendangan yang mengenai ulu hati, membuat sesak nafas.

Jelas, rakyat akan mengalami penderitaan dan kesulitan hidup. Coba bayangkan dengan penghasilan perhari 50.000 dengan beban hidup yang banyak, tentu hasil tersebut tidak cukup. Nah, dengan dinaikkannya iuran tersebut tentu akan menambah kesusahan rakyatnya (cnbcindonesia.com).

Bukannya merasa iba pada rakyat kecil atas wabah virus Corona ini. Rezim justru menaikkan iuran BPJS terhadap rakyat (merdeka.com).

Tentunya hal ini menambah penyiksaan terhadap rakyat kecil. Ibarat ditampar lalu di tendang, tak puas ditendang kemudian diinjak – injak. Sungguh kejam sekali rezim ini memakai dalih kesehatan menjadikan BPJS sebagai alat menindas rakyat kecil.

Lebih sadisnya lagi, pemerintah mengambil kebijakan yang berlebihan. Dengan melakukan penagihan bagi yang telat membayarnya, memberi sanksi bagi yang nunggak. Selain itu rakyat yang tidak mendaftar diri ke BPJS pun, tak luput dari kebrutalanya yaitu akan diberi sanksi pula. Sebagaiman yang disampaikan oleh kepala Humas BPJS kesehatan Muhammad Iqbal Anas (medcom.id).

700 Covid FB

Jelas sudah, bahwa BPJS merupakan mesin pembunuh rakyat. Yang selalu memakan korban baik muda, tua, bahkan bayi pun tak luput dari mesin BPJS.

Sebagai pemimpin seharusnya memberikan solusi dengan menanggung seluruh biaya kesehatan dengan pelayan terbaik. Tapi ironisnya justru berperan sebagai operator mesin yang tak berhenti mengoperasikannya.

Dalam sistem kapaitalisme ini kita tidak mungkin mendapatkan pemimpin yang dapat memberikan solusi terbaik bagi rakyatnya, yang menanggung seluruh biaya rumah sakit dengan fasilitas baik. Sebab kapitalisme hanya berfikir untung dan rugi. Hanya di sistem islamlah kita dapat menemukan pemimpin terbaik yang mengurusi umat termasuk bidang kesehatan. Hal ini dapat kita jumpai di masa kekhilafahan Abbasiyah yang mengukir peradaban gemilang dalam bidang kesehatan hingga menjadi Mercu suar dunia.. bahkan sampai sekarang pun masih diakui dunia kesehatan.

Dalam buku Menggagas kesehatan Islam yang ditulis KH Hafidz Abdurrahman MA dan kawan – kawan, dijelaskan bahwa pada masa kekhilafahan Abbasiyah jaminan kesehatan tidak hanya bertumpu pada kota – kota namun sampai ke pelosok desa bahkan sampai ke lingkungan penjara – penjara. Perlu dicatat bahwa Kholifah pada saat itu sangat memperhatikan bidang kesehatan dengan layanan no 1. Subhanallah.

Maka sepantasnya umat Islam mengadopsi sistem Islam yang telah membuktikan kejayaan dalam peradaban dunia dengan memberikan terbaik bagi manusia termasuk dalam bidang kesehatan hingga saat ini pun masih dirasakan.

Wallahu’Alam Bhishowwab

Loading...

Baca Juga