oleh

Benda Pusaka Jadi Stand Favorit Pengunjung di Festival I LaGaligo lll

700 Covid FB

FOKUSBERITA – Festival I LaGaligo memasuki hari terakhir, namun animo masyarakat untuk datang menyaksikan berbagai pertunjukan seni masih tinggi, terutama di stand pameran benda pusaka. Demikian halnya dengan berbagai pameran benda-benda seni dan purbakala yang masih ramai dengan pengunjung.

Pameran benda pusaka adat merupakan salah satu stand pameran yang paling banyak dikunjungi di hari terakhir festival I La Galigo ini (Minggu,23/12/2018). Stand pameran ini terletak di sudut Lapangan Gadis, jalan Malino, Watang Soppeng, kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Di pameran ini banyak berjajar stand-stand milik kolektor benda pusaka seperti Panrita Bessi, Lembaga Badik Selebes, Lembaga Pemerhati Pusaka Adat dan Kebudayaan Makassar dan stand lainnya.

Demikian dijelaskan Hasan, pemilik stand Lembaga Badik Selebes, saat ditemui fokusberita.id di lokasi stand pameran, Minggu (23/12/2018).

“Benda pusaka yang kami pamerkan sebagian adalah barang -barang yang sudah berumur, jauh sebelum Indonesia merdeka. Termasuk di dalamnya senjata-senjata pusaka milik masyarakat yang dititip pada kami. Bahkan besinya sudah mulai keropos termakan usia.”¬†
700 Covid FB

Hasan juga menambahkan bahwa tidak hanya itu, ia juga membawa badik dan keris yang baru ditempa. Semua koleksi yang dipamerkan tersebut jika harganya cocok, akan dijual. Harga yang ditawarkan oleh Hasan bervariasi, tergantung jenis barangnya.

“Selain dipamerkan, benda-benda yang diperlihatkan di sini juga kami jual, yang penting cocok harganya. Harga per itemnya juga bervariasi mulai dari harga 500 ribu sampai 20 juta rupiah,” jelas Hasan.

Di tempat yang sama fokusberita.id juga bertemu dengan pemimpin Bintang Projects Solution, ibu Bintang. Menurutnya, bahwa kedatangan mereka di sini selain untuk mendukung pelaksanaan festival I LaGaligo lll, mereka juga melakukan pembinaan kepada anggota event organizer. Tentang teknis pelaksanaan acara yang bertajuk Seni dan Budaya.

“Kegiatan seperti ini harus sering digelar untuk menanamkan kepada generasi muda rasa cinta pada seni dan budaya. Agar mereka tidak melupakan adat dan tradisi yang menjadi milik kita,” tutup¬†Bintang yang juga menjabat Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara. (FAR)

Loading...

Baca Juga