oleh

Studi Banding Gemantik, Bupati Wajo ke Masjid Jogokariyan Yogyakarta

700 Covid FB

FOKUSBERITA – Bupati Wajo bersama beberapa pejabat Pemkab Wajo melakukan kunjungan ke salah satu mesjid terkenal di Yogyakarta yaitu Masjid Jogokariyan, Jumat (26/4/2019).

Rombongan Bupati Wajo melakukan sholat Jumat bersama warga Yogyakarta sekaligus silaturahmi dengan pengurus masjid Jogokariyan sebagai studi banding untuk mensukseskan gerakan masjid cantik (Gemantik) yang menjadi program unggulan Pemkab Wajo sekarang ini.

Masjid Jogokariyan ini buka 24 jam. Warga Jogokariyan setiap waktu memakmurkan mesjid ini selain sebagai tempat ibadah juga menjalankan kegiatan ekonomi dan sosial, jelas seorang panitia masjid. Masjid ini juga terbuka terhadap permasalahan hidup mendasar masyarakat sekitarnya.  Oleh pengurus masjid, semua permasalahan jamaah di koordinasikan dengan pengurus tertentu untuk dicarikan solusi penyelesaian

Di mesjid ini ada ATM beras, yang tidak mampu beli beras boleh ke masjid mendapatkan kebutuhan berasnya. Kalau ada anggota keluarga yang sakit ada klinik gratis di masjid. Anak yang tidak mampu sekolah diberi beasiswa. Dan kalau ada rumah yang rusak dibantu perbaiki. Bahkan bagi yang miskin dicarikan solusi penanganannya.
Semua hal tersebut didanai oleh dari dana infaq dan shodaqoh yang dikelola oleh manajemen masjid. Semua dana harus kita salurkan untuk keperluan ummat. Dan saldo masjid ini harus nol rupiah pada saat dilaporkan ke jamaah.

“Di masjid ini juga terdapat ruang inap gratis bagi musafir yang tak mampu bayar hotel. Didalamnya terdapat fasilitas bintang 3 dan disediakan makan. Bahkan ada bantuan ongkos pulang bagi musafir yang kekurangan dana,” terang anggota manajemen masjid Jogokariyan.
700 Covid FB

Sejak menajemen masjid ini memiliki Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) sudah ada 30 rumah di sekitar masjid ini yang sudah mendapatkan program bedah rumah. BUMM juga membantu pelunasan utang bagi jamaah yang terjerat utang. Dan bantuan kemudahan untuk pemuda sekitar masjid yang ingin melangsungkan pernikahan.

Ketertiban dan keamanan masjid ini juga patut diacungkan jempol. Masjid yang memiliki 36 toilet ini memberikan jaminan tak perlu antri bagi jamaahnya. Mengenai jaminan kehilangan barang, manajemen mesjid ini akan bertanggung jawab.

“Bagi jamaah yang kehilangan barang apapun di masjid ini, baik itu sandal, sepeda bahkan motor, maka manajemen masjid akan bertanggung jawab menggantinya dengan yang baru dengan merek yang sama,” tegas salah seorang pengurus BUMM.

Berkaca dari manajemen masjid ini, Bupati Wajo menginginkan masjid-masjid yang ada di Wajo memiliki manajemen yang sama dengan masjid Jogokariyan ini.

“Setelah mengunjungi masjid ini setidaknya ada poin yang bisa diaplikasikan di mesjid kita di Wajo. Syukur kalau bisa setengahnya. Atau kalau mungkin bisa sama dengan manajemen masjid Jogokariyan ini,” tutuo Bupati Wajo. (FAR)

Loading...

Baca Juga