oleh

Duo Amran Wajo Ajak ASN Bersatu dan Bekerja Secara Profesional

FOKUSBERITA РBupati dan Wakil Bupati Wajo mengajak ASN dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersatu bekerja dengan ikhlas dan profesional. Hal ini dikatakan saat upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang rutin dilaksanakan setiap bulan.  HKN merupakan momentum untuk mengontrol pengabdian kita terhadap negara dan masyarakat.

Upacara berlangsung di lapangan Merdeka Sengkang, kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Senin, (17/2/2019).
Turut hadir di HKN kali ini, Sekda Wajo, H.Amiruddin, para asisten dan staf ahli Bupati. Hadir juga Kepala SKPD dan ratusan PNS lingkup OPD Wajo.

Bupati Wajo, DR.H.Amran Mahmud,S.Sos.MSi selaku inspektur upacara mengajak ASN untuk merenung. Apakah kita sebagai aparatur negara sudah optimal dalam menjalankan tugas yang telah diamanahkan.

“Setiap OPD dan jajarannya harus memperhatikan kinerjanya. Trend positif yang membawa perubahan diperlukan untuk membangun pemerintahan kabupaten Wajo. Olehnya itu inovasi dan karya nyata setiap saat diperlukan sebagai wujud implementasi kepada masyarakat,” tegas Bupati.

Lanjut Bupati, setiap usaha yang telah dimulai harus berkelanjutan dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Agar Wajo menjadi daerah yang memiliki kemajuan di berbagai bidang.

“Mari kita lupakan dendam. Pilkada telah berlalu. Sekarang kita bersatu bekerja dengan ikhlas dan profesional memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya

Sementara itu, Wakil Bupati H Amran SE berpesan agar ASN dan OPD terkait tidak mendengarkan isu-isu negatif tentang mutasi pegawai.

“Untuk setiap jabatan akan duduk orang -orang yang memang kompeten dan sesuai dengan bidangnya. Setiap saat kinerja tiap -tiap bidang tentu kita perhatikan dan evaluasi,”kata Wakil Bupati.

Oleh karena itu, Wakil Bupati menghimbau setiap aparatur untuk bersama-sama memberikan yang terbaik untuk Wajo.

Pelaksanaan upacara HKN bulan ini memang begitu berbeda dengan beberapa bulan yang lalu. Tribun kehormatan upacara HKN kali ini hanya tampak kursi-kursi kosong. Para peserta tampa kecuali diajak menikmati matahari pagi.

Waktu dimulainya pelaksanaan upacara juga lebih cepat dibanding yang lalu sehingga banyak yang terlambat. Bahkan ada tempat khusus untuk barisan peserta yang datang terlambat upacara.

Oleh karena itu, Wakil Bupati juga berharap kepada peserta yang terlambat upacara untuk tidak mengulanginya lagi.

“Target kerja 100 hari pertama adalah kerja profesional dan ikhlas. Bukan aksi balas budi ataupun balas dendam. Mari kita bersatu bahu membahu membangun dan memajukan Wajo yang lebih baik,” tutup Wakil Bupati. (FAR)

Loading...

Baca Juga